Metodologi
Metodologi: kenali impuls dulu, baru bicara tindakan.
Tujuannya bukan menebak arah pasar, melainkan membaca risiko perilaku dalam input pengguna: FOMO, aversi rugi, revenge trading, leverage berlebihan, narrative chasing, dan keluar karena panik.
Input bukan sinyal trading
Pertanyaan pengguna diperlakukan sebagai konteks keputusan, bukan instruksi order. Sistem memperhatikan rasa mendesak, dorongan balik modal, keyakinan berlebihan, dan pelimpahan risiko.
Data hanya latar belakang
Data likuidasi publik hanya dipakai untuk menjelaskan tekanan kerumunan, bukan membuat rekomendasi beli, jual, long, atau short.
Output harus konservatif
Setiap hasil harus mengembalikan pengguna ke rencana, titik invalidasi, kerugian maksimum, dan jeda, bukan mendorong aksi lebih cepat.
Konteks pasar hanya latar tekanan
Konteks crypto, saham, dan futures membantu sistem memahami tekanan pengguna, tetapi tidak menghasilkan rekomendasi beli, jual, long, short, atau tambah margin.